Berikut beberapa review tempat penjual Es Cincau di sekitaran Tangerang, yang rasanya MANTAPP!!
1. Es Cincau Telur Puyuh
Letaknya di Jln.MT Haryono di dalam gang Chelsea (sebelah kiri kira2 30m dari chelsea) atau juga sebelum gang ayam goreng Echa..
2. Hong Tang
Merupakan restoran yang menyediakan "dessert", yang berada di Summarecon Mall Serpong, BSD.
Menu favoritnya yang pasti cincau, Grass Jelly Desert, dimana pembuatan dan penyajiannya benar-benar di buat tanpa bahan pengawet.
3. Es Campur Bangka Aliong
Walau namanya es campur yang isinya campur campur, Es campur ini mempunyai Es Cincau yang di campur dengan beraneka ragam buah yang rasanya pun enak punya.
Letaknya di kawasan perumahan Cibodas, tanya saja Es Campur Aliong yang cukup terkenal di wilayah tersebut.
4. Pasar Lama Tangerang
Mungkin ini yang menjual adalah pedagang keliling yang tiap hari ada di Pasar Lama tangerang, walaupun di berjualan di pinggiran jalan, tapi untuk rasanya tidak kalah enak dengan yang berada di wilayah mall atau restoran
Letaknya dekat dengan Jl. Cilame, dekat Museum Benteng Heritage.
Mungkin segitu dulu review pedagang yang menjual es cincau yang dapat saya temui, mungkin kalau ada tempat yang berjualan es cincau akan saya update lagi.......
"Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah, menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir karena berfikir itu inti bagi kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat karena beribadat itu adalah Ibu dari segala ketenangan jiwa.
Tampilkan postingan dengan label Es Cincau yang menyegarkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Es Cincau yang menyegarkan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Desember 2015
Berbagai Jenis dan cara pembuatan es cincau
Berikut adalah Cara Pembuatan Cincau,Jadi kalo ada yang mau buat Cincau sendiri bisa mengikuti Langkah-langkah berikut ini:
1. Es Cincau Hijau
Resep dan bahan:
daun cincau secukupnya, cuci bersih
air matang 300 ml
Langkah2 membuat Cincau Hijau :
Ini penampakan daun cincaunya, sebelumnya cuci bersih daun dalam baskom.
Tambahkan air matang suam-suam kuku ke dalam baskom sesuai selera, kalau suka kenyal sekali cukup tambahkan sedikit air kurleb 300-400 ml air matang, kalau suka kenyal lembut tambahin airnya. Kemudian remas-remas daunnya, untuk mempermudah meremas daun2nya, sobek2 dahulu daunnya.
Remas-remas daun sampai menjadi daun-daun kecil seperti bubur dan mengeluarkan gel-gel yang berwarna hijau.Jangan terlalu kuat meremasnya ya, karena nanti bisa menghasilkan busa yang berlebihan, bisa berpengaruh dengan hasil akhirnya nanti, memerasnya dengan perlahan-lahan saja.
Setelah dirasa cukup, saring bubur daun ke dalam wadah sambil diremas perlahan.
ini hasilnya, tinggal tunggu kenyalnya saja, kalau mau cepat masukkan dalam kulkas, siap dibuat minuman yang segar dan menyehatkan
2. Es Cincau Hitam
Resep dan bahan:
daun janggelan (masyarakat lebih familiar dengan sebutan daun cincau kering).
NaOh/Abu Qi yaitu senyawa atau zat yang berguna untuk memudahkan keluarnya zat pati.
Tepung tapioka seperlunya.
Air mentah atau matang asalkan bersih seperlunya.
Langkah2 membuat Cincau Hitam :
Daun cincau kering (janggelan) dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air yang jernih. Tujuan dilakukan pencucian ini agar zat pati dalam daun cincau kering bisa keluar.
Semua daun cincau kering direbus kedalam panci yang sudah dituangkan air 20 liter, jangan lupa tambahkan zat NaOh/Abu Qi agar zat pati yang keluar semakin optimal. Aduk terus hingga mendidih, maksudnya agar buih yang keluar tidak tumpah.
Zat pati yang sudah keluar disaring menggunakan alat penyaring.
Tunggu hasil saring larutan zat pati mendingin, campurkan dengan tepung tapioka dalam wadah besar. Setelah itu aduk hingga tercampur.
Rebus kedua bahan yang telah tercampur tadi ke dalam loyang maupun cetakan cincau.
Biarkan selama 10 jam hingga cincau yang berbentuk jeli benar-benar dingin.
Manfaat Kesehatan dari es cincau
Selain enak disantap, cincau juga mengandung gizi
yang baik. cincau mengandung energi, protein, dan lemak. Ia juga mengandung
kalori, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Cincau juga bermanfaat untuk kesehatan.
Khasiat tersebut terkait erat dengan kandungan serat larut air yang terdapat di
dalamnya. Di dalam tubuh, serat larut air ini dapat mengikat kadar gula dan
lemak/kolesterol sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes melitus,
jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Selain itu, cincau
memiliki serat yang cukup tinggi sehingga dapat melancarkan buang air besar.
Menurut
penelitian, cincau hijau memiliki khasiat mengendalikan hipertensi atau
penyakit darah tinggi. Zat-zat yang terkandung dalam cincau hijau dapat
manfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai
minuman penyegar.
Tanaman
yang bernama latin Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan
(Menispermaceae) ini daunnya telah diteliti mengandung karbohidrat, polifenol,
saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan
dalam daun cincau hijau.
Khasiat
cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi.Selain itu kandungan serat
di dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi
Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100
gram kandungan serat kasar dalam gel cincau.Ini berarti bila cincau dikonsumsi
bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi
kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi
penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Sementara itu kalori yang
terkandung di dalamnya adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram.
Manfaat
Lain dari Cincau :
1.
Panas Perut, Tekanan Darah Tinggi
Sediakan
20 helai daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas
air minum dingin lalu saring dengan kain. Tambahkan jeruk nipis sesuai selera.
Biarkan di tempat dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh di dalam gelas dan
beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan lali
diminum.
2.
Sariawan
Lakukan
dengan ramuan seperti yang telah disebutkan pada nomor satu selama 5 – 7 hari
berturut-turut.
3. Disentri
Buat ramuan seperti telah disebutkan pada nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut.
4.
Demam
Ambil
rimpang tanaman cincau, cuci bersih kemudian diiris halus. Rebus dengan air
secukupnya. Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga rimpang tersebut
diseduh dengan air panas secukupnya kemudian diminum.
5.
Bisul
Sediakan
daun cincau hijau secukupnya. Cuci bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan
ke bagian yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan nanahnya.
Entah
sejak kapan cincau ada di Indonesia, yang pasti bukan asli Indonesia. Dari
namanya kita sudah bisa menebak dari mana asal cincau ini (Hanzi: 仙草, pinyin: xiancao). Konon cincau dipercaya banyak
mengandung zat-zat yang baik untuk tubuh, Yang diketahui pasti cuma satu,
cincau baik untuk panas dalam dan sungguh enak diminum ketika cuaca panas
terik.
Sejarah Cincau
Cincau ternyata tak hanya dikenal di
Indonesia. Di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia,
Thailand, dan Vietnam, tidak sulit menemukan minuman segar dengan campuran
cincau. ''Di luar negeri, penyajian minuman cincau standar aja, misalnya, cincau ditambah air, gula merah, atau gula
putih.''
Mengenai asal muasalnya cincau ternyata
berasal dari Tiongkok. Sejarah mencatat, orang-orang Tiongkok lah yang pertama
kali membuat cincau. Pada masa-masa berikutnya, cincau juga dibuat oleh
masyarakat di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Cincau (Hanzi: 仙草, pinyin:
xiancao) adalah gel seperti agar-agar yang
diperoleh dari perendaman daun (atau
organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel
terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang
mampu mengikat molekul-molekul air.
Kata
"cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi: 仙草, pinyin:
xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara.
Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan
pembuatan gel ini.
Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar(misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk.
Cincau merupakan sejenis tanaman merambat (Cyclaea
barbata) yang daunnya dapat digunakan untuk membuat semacam agar-agar.
Tanaman merambat
ini, kita kenal sebagai bahan dasar dari olahan minuman segar seperti es cincau
dan es campur. Hal ini didasarkan karena agar-agar yang terbuat dari daun ini
memiliki rasa yang tawar. Sehingga sangat cocok untuk diolah bersama es dan air
gula menjadi minuman yang menyegarkan.
Menurut
Greshof, dalam artikelnya yang berjudul “Chineesche Planten in verband met
Nederlandsch-Indie Beschouwd” pada tahun 1894 menyatakan, bahwa
tanaman yang berasal dari cina ini masuk ke Nusantara pada abad ke-15. Paling
tidak, seiring dengan masuknya tanaman teratai yang dikenal sejak zaman
“hinduisasi"
Daun cincau hijau juga mengandung
senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida yaitu
senyawa yang bermanfaat untuk mengendurkan atau melemaskan otot. Senyawa
lainnya yang terkandung dalam daun cincau adalah isokandrodendrin yaitu senyawa
yang dipercaya bisa mencegah munculnya sel tumor ganas. Sedangkan seratnya
bermanfat untuk “membersihkan” organ pencernaan dari zat penyebab kanker
(karsinogen). Karena mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S.S-tetandrin
yang berkhasiat dapat mencegah antiradang, kanker pada ginjal, dan menurunkan
tekanan darah tinggi.
Maka tak heran jika cincau sedang
menjadi perhatian para peneliti. Cincau hijau mengandung zat klorofil, yaitu
zat yang memberi warna hijau pada daun.
Berbagai literatur
menyebutkan bahwa klorofil adalah zat antioksidan, anti peradangan, dan juga
sebagai antikanker. Maka tak ada salahnya, selama menunggu hasil
penelitian yang lebih meyakinkan, kita menikmati kesegaran dari minuman yang
terbilang sangat murah ini.
Karena
bahan ini sangat kaya mineral terutama fosfor dan kalsium. Cincau juga sangat
baik dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalani diet karena cincau ini rendah
kalori namun memiliki serat yang tinggi. Selain itu cincau juga dipercaya
sebagai alternatif untuk meredakan panas dalam, demam, diare, perut kembung dan
sembelit.
Istilah ''cincau'' sendiri berasal dari
dialek Hokkian, ''sienchau'' atau ''xiancau'' dalam dialek Hanzi. Istilah ini
kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ''cincau''.
Di Indonesia, dikenal dua jenis cincau,
yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Cincau hijau maupun cincau hitam sama-sama
terbuat dari tumbuhan, namun jenisnya berbeda. Cincau hijau dibuat dari daun Cyclea barbata, sejenis
tanaman rambat berdaun tipis dan berbulu. Ada pula cincau hijau yang dibuat
dari Premna oblongifolia, tanaman
berdaun lebar dan agak kaku. Lain halnya dengan cincau hitam yang dibuat dari
daun dan batang Mesona palustris (janggelan)
yang dikeringkan.
Sabtu, 12 Desember 2015
Berbagai Jenis Makanan Orang Tionghoa Di Indonesia
Masakan Tionghoa atau biasa kita sebut masakan Chinese Food banyak kita jumpai hampir di semua rumah makan atau restoran yang ada di Indonesia.
Masakan Tionghoa-Indonesia juga dapat bervariasi tergantung dari tempat. Sebagai contoh di berbagai tempat di pulau Jawa, masakan ini menjadi bagian dari budaya setempat
Berikut adalah beberapa jenis makanan khas Tionghoa yang sudah populer di Indonesia
1. Kwetiau adalah sejenis mie Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. Dapat digoreng ataupun dimasak berkuah. Kwetiau merupakan makanan yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang banyak didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Kwetiau pada umumnya identik dengan etnis Hokkian dan Tio Ciu. Dalam penyebarannya di Indonesia, etnis Hokkian dan Tio Ciu berbeda dalam hal penyajian kwetiau. Etnis Hokkian yang banyak berdiam di Sumatera terkenal dengan kwetiau Medan yang memakai bakso ikan, lapchiong (sosis babi), dan telur bebek. Sedangkan etnis Tio Ciu yang banyak berdiam di Kalimantan terkenal dengan kwetiau sapi yang memakai daging sapi dan jeroannya seperti babat. Dalam perkembangannya muncul varian baru yang dikenal dengan sebutan kwetiau siram.
Masakan Tionghoa-Indonesia juga dapat bervariasi tergantung dari tempat. Sebagai contoh di berbagai tempat di pulau Jawa, masakan ini menjadi bagian dari budaya setempat
Berikut adalah beberapa jenis makanan khas Tionghoa yang sudah populer di Indonesia
1. Kwetiau adalah sejenis mie Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. Dapat digoreng ataupun dimasak berkuah. Kwetiau merupakan makanan yang cukup populer di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang banyak didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Kwetiau pada umumnya identik dengan etnis Hokkian dan Tio Ciu. Dalam penyebarannya di Indonesia, etnis Hokkian dan Tio Ciu berbeda dalam hal penyajian kwetiau. Etnis Hokkian yang banyak berdiam di Sumatera terkenal dengan kwetiau Medan yang memakai bakso ikan, lapchiong (sosis babi), dan telur bebek. Sedangkan etnis Tio Ciu yang banyak berdiam di Kalimantan terkenal dengan kwetiau sapi yang memakai daging sapi dan jeroannya seperti babat. Dalam perkembangannya muncul varian baru yang dikenal dengan sebutan kwetiau siram.
2. Bihun atau mihun merupakan nama salah satu jenis makanan dari Tiongkok, bentuknya seperti mie namun lebih tipis. Bihun berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu “Bi” artinya beras dan “hun” artinya tepung. Bahan baku bihun sendiri terbuat dari tepung beras. Makanan tersebut sangat terkenal dari negara China dan Asia Selatan, seperti India.
3. Fu yong hai atau Fu yung hai adalah masakan Tionghoa yang dibuat dari telur yang didadar dengan campuran berupa sayuran, daging, atau makanan laut. Isi campuran bisa berupa daging babi, daging ayam, daging sapi, daging kepiting, dan sebagainya yang dicincang halus. Fu yong hai dimakan bersama saus asam manis yang biasanya terbuat dari tomat dan kacang polong tetapi ada juga saus yang disertai dengan potongan nanas di dalamnya. Nama Fu yung hai berarti potongan telur fu yung, yang berasal dari resep penduduk China daratan dari Shanghai.
4. Cakwe adalah salah satu penganan tradisional Tionghoa. Di Indonesia, cakwe dijual di toko atau dijajakan oleh pedagang kaki lima di beberapa daerah di tanah air. Cara penyajian pun beragam seperti di daerah Solo, Jawa Tengah, penyajiannya disertai susu kedelai. Sedangkan di daerah lain, Cakhwe disajikan dengan sambal asam cair. Cakhwe di China sendiri dimakan dengan cara mencelupkannya ke dalam bubur panas atau dimakan bersama susu kedelai manis maupun asin.
5. Siomai atau siomay adalah salah satu jenis dim sum. Kulit siomai adalah serupa dengan kulit pangsit. Dalam masakan Indonesia terdapat berbagai jenis variasi siomai berdasarkan daging untuk isi, mulai dari siomai ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Bahan untuk isi dicampur dengan sagu atau tapioka. Dalam resep masakan China, siomai diisi daging babi cincang yang dibungkus kulit yang tipis dari tepung terigu. Walaupun demikian, siomai juga dibuat dari udang, daging kepiting, atau daging sapi. Siomai dibuat berbentuk silinder, dan di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.
Langganan:
Postingan (Atom)













